Sunday, June 17, 2012

Masyarakat Pedesaan dan Interaksi Sosial


       I.            Perbedaan Masyarakat Desa Dengan Masyarakat Kota
Dalam kehidupan bermasyarakat apabila kita amati lebih detail akan kita temui perbedaan antara masyarakat yang tinggal di kota dengan yang tinggal di desa. Umumnya hal itu karena tingginya persaingan di daerah perkotaan, baik persaingan pekerjaan, gengsi dalam kehidupan sosial, maupun hal lainnya. Hal ini membuat masyarakat yang tinggal di daerah perkotaan memiliki sifat yang lebih dinamis dibanding dengan masyarakat yang tinggal di pedesaan.
Salah satu perbedaan yang saya amati adalah pola mereka berinteraksi. Di pedesaan masyarakat cenderung terbuka, sifat kekeluargaan sangat erat walau bukan keluarga sesungguhnya, sifat gotong royong masih terjaga, dan lainnya. Sedangkan masyarakat di kota sebaliknya, mereka cenderung tertutup dengan masyarakat yang lainnya, kurangnya sifat gotong royong, dan seterusnya. Hal ini menurut analisis saya merupakan hasil dari ketatnya persaingan hidup seperti saya jelaskan pada paragraf pertama.

Perbedaan yang lainnya yaitu, pada era modern ini masyarakat kota mengalami perubahan yang lebih drastis dalam pola kehidupannya. Yaitu akibat dari proses globalisasi yang begitu pesat, yang disebabkan salah satunya karena majunya IPTEK. Tren gaya kehidupan dengan gadget, internet, dan sebagainya sangat berperan dalam hal ini. Masyarakat kota yang memiliki gengsi kehidupan lebih tinggi dari pada masyarakat pedesaan membuat hal ini yang tadinya merupakan kebutuhan yang tersier menjadi kebutuhan yang bisa dibilang nyaris pokok. Dan pada akhirnya masyarakat kota yang rasa gengsinya lebih tinggi, mereka mengikuti gaya hidup orang-orang barat, yang kebanyakan orang sekarang memandang gaya hidup mereka ada adalah hal yang keren dan sebagainya. Tentu hal ini tidak hanya terjadi pada masyarakat kota, tetapi juga pada masyarakat desa, tetapi tingkat perubahannya kurang menonjol dibanding masyarakat kota. Karena tingkat ekonomi dan masyarakat desa juga menilai hal ini bukan kebutuhan pokok mereka. Masih banyak perbedaan yang sebenarnya ada pada masyarakat pedesaan dan perkotaan, tetapi pada kesempatan kali ini saya cukupkan sampai disini dan kita akan berlanjut ke bab selanjutnya.

     II.            Interaksi Sosial di Daerah Pedesaan
Dalam bab kedua ini saya akan membahas mengenai interaksi sosial di daerah pedesaan. Sebelum lebih jauh apa sih yang dinamakan dengan interaksi sosial? Padahal kita telah membicarakannya sejak bab pertama. Interaksi sosial merupakan hubungan sosial antara individu dengan individu lainnya, baik berupa kelompok ke kelompok lain maupun individu ke kelompok. Interaksi sosial di daerah pedesaan masih jauh lebih baik dari pada yang tinggal di kota, hal ini disebabkan oleh perbedaan gaya hidup seperti yang telah kita bahas pada bab sebelumnya. Interaksi sosial yang baik ini membuat masyarakat pedesaan memiliki kultur budaya kehidupan yang lebih rukun dan ramah.

Umumnya masyarakat pedesaan masih kuat dalam memegang kebudayaan dan adat kebiasaan mereka. Mereka lebih preventif terhadap kebudayaan asing yang masuk. Hal ini membuat kultur adat kebiasaan mereka sangat kental dalam berinteraksi, mungkin hal ini pula yang dulunya membuat bangsa Indonesia menjadi salah satu Negara yang paling ramah tamah di dunia dahulu kala. Pola interaksi mereka sangat kuat hubungan kekeluargaanya. Contoh apabila ada yang terkena musibah pada suatu individu pada pedesaan, tetangga umumnya akan datang dan menanyakan apa yang sedang terjadi dan membantu mereka. Hal ini bukan pula tidak ada di masyarakat kota tetapi intensitasnya cenderung rendah dalam masyarakat perkotaan.

 III.            Kesimpulan
Interaksi sosial merupakan hubungan antara individu dengan individu lainnya. Masyarakat perkotaan memiliki tingkat interaksi sosial yang cenderung tingkat ketegangannya tinggi. Hal ini disebabkan pola hidup, kebudayaan, dan adat istiadat masyarakat kota yang cenderung ketat dalam persaingan hidupnya.  Masyarakat pedesaan memiliki tingkat intereaksi sosial yang cenderung sosialis. Mereka memiliki kultur, kekeluargaan yang erat, dan tidak mudah menerima kebudayaan yang baru.

0 komentar:

Post a Comment

 
© 2011 Mustafa Ibrahim Blog's | Except as noted, this content is licensed under Creative Commons Attribution 2.5.
For details and restrictions, see the Content License | Recode by Ardhiansyam | Based on Android Developers Blog